Dalam sebuah pernyataan yang tegas, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, khususnya terkait penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Dalam pidato yang disampaikan pada perayaan ulang tahun ke-53 PDIP dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ancol, Jakarta Utara, Megawati menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk intervensi yang jelas melanggar kedaulatan suatu negara.
Megawati menyebut tindakan penculikan Maduro dan istrinya sebagai operasi militer yang tidak hanya mencederai kedaulatan Venezuela, tetapi juga berpotensi memicu kecaman dari komunitas internasional. Dalam teks pidato yang dibagikan kepada awak media dan dibacakan oleh juru bicara PDIP, Guntur Romli, ia menekankan bahwa setiap bentuk intervensi militer AS di negara yang berdaulat patut ditolak.
"Perlu kita ingat bahwa tindakan seperti ini bukanlah sekadar pelanggaran hukum internasional, tetapi juga mencerminkan praktik neokolonialisme dan imperialisme modern yang harus kita lawan," tegas Megawati. Ia menyoroti bahwa tindakan tersebut telah berlawanan dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bertentangan dengan norma dasar hubungan antarbangsa yang seharusnya saling menghormati dan menghargai kedaulatan masing-masing negara.
Dalam pidatonya, Megawati mengungkapkan bahwa demokrasi sejati tidak pernah dapat dibangun melalui kekerasan. Ia mengingatkan bahwa keadilan tidak dapat tumbuh dari tindakan agresi sepihak, dan peradaban tidak akan terbangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa. "Sejak Konferensi Asia-Afrika yang digagas oleh Presiden Sukarno, Indonesia telah konsisten menolak segala bentuk imperialisme. Kami percaya bahwa setiap masalah internasional harus diselesaikan melalui dialog, diplomasi, dan berdasarkan hukum internasional," tambah Megawati.
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menegakkan kedaulatan negara-negara di seluruh dunia, serta menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi satu negara atas negara lainnya. Dalam konteks ini, Megawati menyerukan perlunya memperkuat kerja sama internasional untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan setara.
Intervensi militer AS di Venezuela tidak hanya menjadi sorotan di dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian komunitas internasional yang khawatir akan dampak dari tindakan tersebut terhadap stabilitas kawasan. Banyak negara yang mengecam tindakan ini sebagai sebuah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia, yang seharusnya dihormati oleh setiap negara.
Megawati menegaskan bahwa posisi PDIP adalah untuk mendukung penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan. Ia mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan dialog dan kerja sama, alih-alih bersikap agresif yang hanya akan menambah penderitaan bagi rakyat sipil.
Dalam konteks ini, partai yang dipimpin Megawati berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam forum-forum internasional dan regional, untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dan menolak segala bentuk penjajahan baru yang mencoba merusak kedaulatan suatu bangsa.
"Partai kami bertekad untuk terus berjuang demi keadilan sosial dan kedaulatan bangsa, sambil menghormati hak setiap negara untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan asing," tutup Megawati dalam pidatonya.
Pernyataan tegas Megawati ini menunjukkan bahwa PDIP akan terus mengadvokasi prinsip-prinsip kedaulatan dan keadilan internasional, serta berkomitmen untuk mendukung upaya diplomasi sebagai jalan keluar dari konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Sebagai negara dengan sejarah panjang dalam perjuangan anti-imperialisme, Indonesia diharapkan dapat menjadi suara yang kuat dalam menentang tindakan-tindakan yang merugikan kedaulatan bangsa lain.
Dengan sikap yang dicerminkan oleh Megawati, PDIP tidak hanya berupaya untuk menjaga citra Indonesia di kancah internasional, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas global dengan mendukung penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat. Dengan kata lain, Indonesia di bawah kepemimpinan PDIP akan terus menempatkan diri sebagai pilar perdamaian dunia yang menentang segala bentuk penindasan dan intervensi yang merusak.
Megawati Soekarnoputri Menegaskan Penolakan Terhadap Intervensi Militer AS di Venezuela