Bantuan Pemulihan Pasca Bencana: Mendagri Serahkan Gerobak Dorong dan Pangan ke Aceh Tamiang



Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada Minggu (11/1), mengambil langkah signifikan untuk mempercepat proses pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Dalam acara yang berlangsung di Lapangan Parkir Kantor Bupati Aceh Tamiang, Tito menyerahkan ratusan gerobak dorong dan paket bantuan pangan yang diharapkan dapat mendukung proses pembersihan dan pemulihan aktivitas masyarakat setempat.

Aceh Tamiang, yang baru-baru ini mengalami dampak bencana yang cukup besar, telah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Tito, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumatera, menilai bahwa meskipun tantangan besar masih ada, perkembangan positif dalam pemulihan mulai terlihat. “Pemerintahan sudah mulai berfungsi kembali, aktivitas ekonomi juga mulai pulih. Warung dan restoran sudah buka, dan pasar pun mulai beroperasi,” ungkapnya dalam keterangan resminya.

Pada penyerahan bantuan itu, Tito memberikan 456 gerobak dorong yang ditujukan untuk membersihkan lumpur dan material sisa bencana di kawasan pemukiman padat dan gang sempit. Selain itu, sebanyak 1.300 dus mi instan juga disertakan dalam paket bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terkena dampak. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pembersihan dan membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan yang mereka hadapi.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya sekedar melakukan perbaikan fisik, tetapi juga memulihkan fungsi pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kantor pemerintahan sebagai pusat pengambilan kebijakan dan pengelolaan sumber daya daerah. “Proses administrasi pemerintahan harus segera dioptimalkan, termasuk dalam penggunaan anggaran yang telah disalurkan,” kata Tito.

Pembiayaan untuk pemulihan Aceh Tamiang menjadi perhatian khusus, di mana pemerintah pusat telah menganggarkan dana tahap awal yang dapat digunakan tanpa harus menunggu proses administrasi formal. “Kami memberikan dana untuk Aceh Tamiang di gelombang pertama secara langsung agar pemda bisa segera bergerak. Setelah itu baru urusan administrasi menyusul,” tambahnya.

Mendagri juga memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk mengutamakan anggaran dalam pembayaran gaji pegawai. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan kembali roda perekonomian daerah. Dalam tahap berikutnya, anggaran juga bisa dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas pemerintahan yang rusak dan melengkapi sarana kerja, termasuk perabotan kantor dan perangkat komputer.

Tidak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri juga menugaskan dua pejabat dari keuangan daerah untuk mendampingi Pemkab Aceh Tamiang dalam mengelola administrasi dan berkoordinasi dengan DPRD. Ini dilakukan guna mempercepat pengambilan keputusan yang tetap mengutamakan akuntabilitas.

Sebagai upaya lanjutan dalam mempercepat pemulihan, Tito menyoroti rencana penambahan personel dari TNI dan Polri yang akan dikerahkan untuk mendukung kegiatan pembersihan rumah ke rumah. Selain itu, bantuan tambahan berupa ribuan pasang sepatu bot untuk petugas juga akan segera disalurkan. “Ini semua dirancang untuk memastikan pemulihan dapat berjalan maksimal, terutama di tengah kondisi lingkungan yang masih becek,” tegasnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat cepat bangkit dari kondisi yang sulit, dan pemulihan yang sedang berlangsung dapat berjalan lebih efisien. Tito juga menyampaikan harapannya agar berbagai bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, dan bersama-sama dapat membangun kembali wilayah yang terdampak menjadi lebih baik.

Dari langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, terlihat komitmen yang kuat untuk tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang. Proses pemulihan ini diharapkan bukan hanya bersifat sementara, tetapi menjadi fondasi yang kokoh untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.