Insiden Taksi Listrik Tanpa Sopir Terjadi di Tangerang: Mundur dan Menabrak Restoran


Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Karang Tengah, Kota Tangerang, saat sebuah taksi listrik meluncur mundur tanpa sopir dan menabrak restoran ayam goreng. Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 13.05 WIB, memicu perhatian masyarakat dan aparat penegak hukum.

Peristiwa ini bermula ketika taksi listrik yang dikemudikan oleh seorang pemuda bernama Saiful Hidayat (25) keluar dari parkiran rumah makan ayam goreng Almaz. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat jelas bahwa taksi listrik tersebut awalnya melaju dengan baik, diikuti oleh taksi listrik serupa. Namun, saat Saiful membelokkan kendaraannya ke kanan di Jalan Raden Saleh, tiba-tiba sebuah mobil dari arah Ciledug menabrak bagian samping taksi listrik tersebut.

Akibat tabrakan itu, bagian bodi samping taksi mengalami kerusakan cukup signifikan. Saiful, yang mengenakan topi dan baju abu-abu, segera keluar dari taksinya untuk mengecek kondisi kendaraan yang menabraknya. Namun, saat Saiful mencoba kembali ke taksi listriknya, sebuah momen yang tidak terduga terjadi: taksi tersebut meluncur mundur tak terkendali, kembali ke arah parkiran restoran.

Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa taksi listrik tersebut sempat menabrak tiang lampu restoran sebelum akhirnya menabrak kaca depan restoran. Melihat situasi yang mengkhawatirkan, Saiful segera mengejar mobilnya, namun taksi tersebut tampak tidak dapat dikendalikan dan berhenti setelah menghantam tembok dan kaca restoran tersebut.

Jakarta, perwakilan dari kepolisian setempat, Kombes Raden M. Jauhari, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan masalah tersebut telah diselesaikan secara musyawarah antara sopir taksi dan pihak restoran. “Kerugian yang dialami oleh restoran telah diganti rugi oleh pihak taksi sebesar Rp 4 juta, dan kedua belah pihak telah membuat pernyataan bersama,” ungkapnya.

Jauhari menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan kelalaian dari sopir taksi. “Proses penyelesaian telah dilakukan dengan baik, dan kami memastikan bahwa semua pihak terlibat telah mencapai kesepakatan tanpa ada korban jiwa,” tambahnya.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Laksono, menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian tersebut. “Awalnya, taksi listrik yang dikemudikan oleh Saiful melaju keluar dari parkiran menuju Jalan Raya Raden Saleh. Saat belok kanan, tanpa diduga, bodi samping kiri taksi tersebut ditabrak oleh kendaraan yang tidak dikenal dari arah Ciledug,” jelas Prapto.

Sementara itu, identitas dari pengemudi yang menabrak taksi listrik belum berhasil diungkap, karena pengemudi tersebut melarikan diri setelah insiden tersebut. Pihak kepolisian kini masih mencari informasi lanjutan mengenai kendaraan yang terlibat dalam tabrakan tersebut.

Insiden ini menyuarakan kembali isu keselamatan dalam penggunaan kendaraan listrik, terutama taksi tanpa sopir. Meskipun teknologi otomasi berkembang pesat, kejadian-kejadian seperti ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal pengendalian kendaraan saat terjadi keadaan darurat.

Masyarakat pun memberikan berbagai tanggapan terkait insiden ini. Ada yang menyayangkan kurangnya pengawasan terhadap kendaraan listrik yang sedang diuji coba, sementara lainnya menekankan pentingnya edukasi bagi sopir agar lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan baru yang dipenuhi dengan teknologi canggih.

Kejadian ini juga membuka diskusi tentang regulasi yang lebih ketat untuk kendaraan listrik dan taksi tanpa sopir. Banyak kalangan berharap pemerintah dan otoritas transportasi dapat lebih proaktif dalam menerapkan standar keselamatan yang lebih baik, sehingga insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Dengan semua perdebatan dan perhatian yang muncul dari insiden ini, penting bagi semua pihak untuk belajar dari kejadian tersebut dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dalam penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Terlebih, dengan meningkatnya popularitas taksi listrik sebagai solusi transportasi yang ramah lingkungan, aspek keselamatan harus tetap menjadi perhatian utama.