Upaya Heroik Kapolsek Beduai dalam Menyampaikan Jenazah di Tengah Banjir
Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kalimantan Barat telah menimbulkan berbagai dampak serius, baik bagi masyarakat yang terdampak, maupun bagi institusi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Salah satu momen yang menyentuh hati terjadi di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, di mana dua jenazah warga terjebak dalam situasi darurat akibat banjir yang melanda sejak Sabtu pagi (10/1).
Ketika ambulans yang mengangkut jenazah tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kondisi jalan yang terendam, Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, beserta anggotanya dan warga setempat segera merespons situasi tersebut dengan sigap. Terlebih lagi, situasi ini memerlukan tindakan cepat karena keluarga di rumah duka sudah menunggu kehadiran jenazah orang tercinta mereka dengan penuh harapan.
“Jenazah ini sebelumnya sudah diambil dari RSUD Sanggau dan hendak dibawa ke Entikong. Namun, ambulans terhenti di wilayah kami akibat banjir. Dalam situasi ini, kami memutuskan untuk memikul jenazah agar dapat diseberangkan ke rumah duka,” jelas Kapolsek Heri Triyana saat memberikan keterangan. Keberanian dan semangat gotong royong terlihat jelas saat Kapolsek dan anggotanya bersatu dengan warga lokal untuk menghadapi tantangan tersebut.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Kapolsek tidak hanya mengenakan seragam resmi Polri, tetapi ia juga menunjukkan sifat kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di saat-saat penuh tantangan seperti ini. Tiga titik banjir yang harus dilalui memiliki ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter, dengan Desa Bereng Berkawat menjadi lokasi terparah. Dengan penuh empati, Kapolsek Heri Triyana mengungkapkan, “Kami harus melewati banjir ini untuk menyampaikan jenazah. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk melindungi dan melayani masyarakat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.”
Perjuangan mereka tidak hanya sekadar membawa jenazah; ada beban emosional yang turut diusung ketika menyaksikan kesedihan keluarga yang menanti di rumah duka. “Kami berusaha mengurangi beban duka keluarga yang ditinggalkan. Mereka pasti sangat khawatir menunggu dan kami ingin memastikan jenazah sampai dengan selamat,” tambahnya.
Sekitar 250 meter jarak yang harus mereka tempuh dalam keadaan banjir bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan penuh ketekunan dan kerja sama, Kapolsek, anggotanya, dan masyarakat berhasil melewati rintangan tersebut dan membawa jenazah ke tujuan dengan selamat. Tindakan ini menggambarkan komitmen mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak terkecuali di saat-saat sulit.
Banjir yang melanda wilayah Beduai dan sekitarnya menjadi salah satu tantangan besar bagi aparat penegak hukum dan masyarakat. Ketinggian air yang cukup signifikan di beberapa titik jalan menyebabkan kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk transportasi dan pelayanan kesehatan. Namun, di tengah kesulitan ini, solidaritas antarwarga dan kehadiran aparat yang siap membantu menjadi sumber harapan bagi mereka yang terdampak.
Kapolsek Heri Triyana menekankan bahwa tugas Polri tidak berhenti pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga meliputi perlindungan terhadap warga dalam berbagai aspek, termasuk dalam situasi bencana. Keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat menunjukkan dedikasi dan empati yang tinggi, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga.
“Situasi bencana seperti ini menuntut kita semua untuk bersatu dan saling membantu. Kami berharap masyarakat dapat merasakan kehadiran kami dalam kerja sama tersebut. Kita semua adalah bagian dari satu komunitas yang saling membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, upaya penyampaian jenazah ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Banjir yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia menjadi pengingat bahwa perlunya perhatian lebih terhadap infrastruktur dan sistem peringatan dini yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam konteks ini, tindakan Kapolsek Beduai menjadi inspirasi bagi banyak orang. Keterlibatan langsung dalam membantu warga yang berduka menciptakan ikatan emosional yang kuat antara aparat kepolisian dan masyarakat. Langkah ini bukan hanya sekedar tugas, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir kepada mereka yang telah meninggal.
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap tantangan, selalu ada peluang untuk menunjukkan kemanusiaan dan saling mendukung. Kapolsek dan jajaran kepolisian yang terlibat tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Dalam situasi sulit seperti ini, peran mereka menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap warga, baik yang hidup maupun yang telah tiada, mendapatkan penghormatan yang layak.
Dengan harapan bahwa bencana seperti ini tidak akan terulang, kita semua diingatkan akan pentingnya solidaritas, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Masyarakat dan aparat harus senantiasa bersinergi untuk membangun ketahanan dan mengurangi dampak bencana di masa depan. Dalam setiap langkah, setiap tindakan, semoga kita selalu dapat belajar dan terus berupaya untuk menjadikan lingkungan kita lebih baik dan lebih aman.