Warga Jakarta Selatan kini menghela napas legah menyusul rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membongkar tiang monorel yang selama ini mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Rencana pembongkaran ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi arus lalu lintas di kawasan yang kerap mengalami kemacetan tersebut.
Seorang warga setempat, Clara, 30 tahun, sangat mendukung langkah Pemprov DKI ini. Baginya, kehadiran tiang monorel yang tidak berfungsi tersebut telah mengganggu pemandangan dan menciptakan titik kemacetan. “Saya sudah membayangkan bagaimana padatnya lalu lintas di sana saat proses pembongkaran berlangsung. Semoga ada solusi agar arus kendaraan tetap lancar,” ujarnya saat ditemui di area tersebut.
Clara mencermati bahwa meskipun pembongkaran ini sangat diharapkan, dia tetap merasa miris dengan kenyataan bahwa proyek monorel tersebut sudah menghabiskan anggaran besar. “Bingung juga melihatnya, karena sudah mengeluarkan miliaran untuk proyek ini, sekarang justru dibongkar lagi. Ini membuat saya lelah dengan proyek-proyek yang tidak berhasil,” tambahnya.
Senada dengan Clara, Rahma, seorang pekerja berusia 23 tahun, juga berharap agar pembongkaran tiang monorel tidak memperparah kemacetan yang sudah ada. “Jangan sampai proses ini malah membuat situasi lebih buruk. Jalan Rasuna Said sudah sering macet, baik di pagi maupun sore hari,” ungkapnya. Rahma optimis bahwa setelah pembongkaran, jalan tersebut akan lebih lebar dan bebas dari hambatan.
Kiki, seorang pegawai di kawasan Rasuna Said, turut mendukung langkah pemerintah. Dia menyoroti betapa seringnya kemacetan terjadi akibat keberadaan tiang monorel yang memakan satu lajur kendaraan. “Jujur, di sana sering macet karena adanya tiang yang tidak terpakai ini. Dengan dibongkarnya, semoga bisa mengurangi kemacetan,” katanya.
Pras, 35 tahun, yang juga sering melintas di kawasan tersebut, berharap agar Jalan HR Rasuna Said bisa menyerupai Jalan Sudirman setelah pembongkaran selesai. “Alhamdulillah, akhirnya mau dibongkar juga. Semoga tiang-tiang yang mengganggu estetika dan lalu lintas ini segera hilang. Jika tidak ada pembatas lajur, semoga lalu lintas bisa lebih lancar,” ujarnya.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa proses pembongkaran tiang monorel yang mangkrak akan dimulai pada Rabu mendatang. Tercatat ada sebanyak 98 tiang yang akan dibongkar. Kapusdatin Bina Marga DKI, Dinar Wenny, dalam keterangannya menyampaikan bahwa target pembongkaran ini direncanakan rampung pada September 2026. Dia optimis bahwa pembongkaran ini dapat menciptakan jalan yang lebih ideal untuk masyarakat.
“Setelah pembongkaran, kami akan melakukan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, di antaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, serta penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman digunakan,” tukas Dinar.
Selain harapan warga untuk kelancaran lalu lintas, pembongkaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan estetika kawasan Kuningan yang merupakan bagian dari pusat bisnis di Jakarta. Warga berharap jika ruang jalan lebih luas dan bersih dari tiang-tiang yang tidak terpakai, maka pemandangan serta kenyamanan pengguna jalan akan lebih baik.
Sementara itu, para pengamat perkotaan menilai bahwa pembongkaran tiang monorel ini mencerminkan kebutuhan untuk lebih selektif dalam merancang proyek infrastruktur. Banyak proyek ambisius yang justru berakhir dengan kekosongan dan menciptakan masalah baru dalam pengelolaan perkotaan. Ke depannya, penting bagi pemerintah untuk melakukan studi kelayakan yang lebih mendalam sebelum memulai proyek infrastruktur besar yang memerlukan investasi besar.
Dalam konteks ini, pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said bukan hanya sekadar langkah fisik untuk menghilangkan hambatan di jalan, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi warga Jakarta Selatan. Mereka tidak hanya menginginkan jalan yang lebih lancar, tetapi juga tempat yang nyaman dan estetis untuk hidup dan bekerja.
Di tengah harapan warga, tantangan tetap ada. Bagaimana pemerintah dapat menjamin bahwa proses pembongkaran tidak akan menambah beban kemacetan yang ada? Apakah langkah-langkah mitigasi yang efektif akan diterapkan selama proses pelaksanaan? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting untuk dijawab agar tujuan utama dari pembongkaran tiang monorel dapat tercapai, yaitu menciptakan lalu lintas yang lebih lancar dan suasana yang lebih baik untuk masyarakat.
Dengan pembongkaran yang direncanakan segera, harapan untuk mendapatkan wajah baru di kawasan rasuna Said semakin dekat. Warga Jakarta Selatan menanti perubahan yang penuh harapan dan penting untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi semua.
Harapan Warga Jakarta Selatan atas Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak: Solusi untuk Kemacetan?