Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan tiga amanat strategis Presiden yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam pertemuan yang dilaksanakan di kantor Kemensos, Gus Ipul bertemu dengan Bupati Kapuas, Bupati Kampar, serta perwakilan DPRD Kabupaten Kotabaru dan DPRD Bangka Belitung. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan, Gus Ipul menekankan perlunya kerja sama lintas sektor dan pihak untuk menyukseskan program-program pemerintah yang bertujuan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami tidak ingin bekerja secara mandiri, melainkan membangun tim besar yang dapat mendukung pencapaian program-program presiden,” ungkapnya.
Presiden telah mengamanatkan tiga pokok strategi yang harus dilaksanakan oleh Kemensos. Yang pertama adalah penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang berfungsi sebagai dasar untuk penentuan sasaran dan pelaksanaan program-program bantuan yang terintegrasi. Data yang akurat dan up-to-date sangat krusial agar setiap intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran dan efisien.
Kedua, pendirian Sekolah Rakyat sebagai upaya untuk memutus rantai kemiskinan. Sekolah ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan pendidikan dan meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.
Ketiga adalah pemberdayaan sosial bagi masyarakat, khususnya pemuda yang berada dalam usia produktif. Pemberdayaan ini bertujuan agar mereka tidak bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendukung perekonomian lokal secara mandiri.
Gus Ipul menegaskan, keberhasilan pelaksanaan amanat tersebut sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah. “Peran Pemda sangat penting dalam memastikan bahwa program-program ini dapat terlaksana dengan baik. Saya meminta keterlibatan dan kesungguhan Pemda dalam menjalankan amanat undang-undang dan program pemerintah,” katanya.
Dalam sesi audiensi tersebut, Gus Ipul menyoroti lima poin penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah. Pertama, dukungan dalam pelatihan bagi operator di tingkat daerah. Operator ini berfungsi sebagai ujung tombak dalam pemutakhiran basis data sosial. “Data menjadi landasan bagi setiap intervensi yang dilakukan pemerintah, sehingga keakuratan data sangatlah penting,” tegasnya.
Gus Ipul juga mendorong agar Pemda menggugah masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memperbaiki data. Dapat dilakukan melalui jalur formal seperti Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan kelurahan, maupun melalui inisiatif nonformal dengan memanfaatkan aplikasi yang disediakan oleh Kemensos, seperti aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kemensos.
Selain itu, Gus Ipul mengingatkan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan lembaga filantropi diharapkan dapat menghasilkan dampak yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan.
“Kolaborasi antara program-program Kemensos dengan inisiatif dari pemerintah daerah dan sektor swasta akan menciptakan sinergi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah yang harus diambil bersama,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengajak seluruh perwakilan daerah untuk mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa sekolah ini bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, melainkan juga merupakan upaya kolektif untuk merobohkan tembok kemiskinan yang selama ini menghalangi generasi muda untuk meraih impian mereka.
Pemda diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan program-program yang ditawarkan oleh Kemensos. Dengan memberikan dukungan penuh, diharapkan setiap keluarga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari program-program tersebut dan mengubah nasib mereka melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Akhir kata, Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial memerlukan kerjasama yang solid antara semua pihak. “Dengan kolaborasi yang baik, kita akan dapat menciptakan perubahan yang nyata bagi masyarakat. Mari bersama-sama menyongsong masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui langkah-langkah konkret ini, diharapkan visi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai, menciptakan Indonesia yang lebih adil dan makmur bagi semua.
Mengoptimalkan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Sosial: Panggilan Menteri Sosial kepada Pemda